Pengalaman Jadi Asisen TOKI

Selama 2 minggu lebih, aku jadi asisten Pelatnas II TOKI yang baru tahun ini, dicoba dilaksanakan di kampusku, UGM. Awalnya kupikir mudah, ternyata capek banget. 2 minggu lebih aku nemenin peserta selama pelatihan. Nyiapkan soal (masang tok sih, bukan bikin), set grader, rekap nilai dan masih banyak yang lain. Kadang-kadang buat nyiapin latihan aja, sampai jam 9 di Lab. Bayangin aja, berangkat jam 7 pagi, pulang rumah jam 9 malem. “Dah kaya orang kerja aja, tinggal nikahnya aja yang blom”, kata temen sekontrakankušŸ˜€. Banyak matakuliahku yang terpaksa harus bolos untuk nepatin jadwal jaga asisten dan nyelesaikan tugas. Apesnya, ban motor sampai harus diganti 2 kali bulan ini. Belum lagi kalau ternyata ada salah cetak, salah testcase, soal belum dikirim dari pusat, nyariin soal tambahan, dan yang parah kalo tiba-tiba peserta tanya deskripsi soal dan aku nggak bisa jawab gara-gara belum baca soalnya. Gawat deh pokoknya.
Tapi walau capek, ternyata seru juga. Mungkin lebih seru dari pada waktu aku jadi peserta tahun lalu. Lewat pelatnas ini aku jadi kenal banyak orang lebih dekat. Mulai dari Dosen, peserta pelatnas, asisten-asisten lain dan masih banyak lagi yang lain. Pengeluaran bulanan juga bisa ngirit banget, makan siang dan malem bisa ngambil dari lebihannya jatah peserta :p. Akses internet jor-joran ampe gak kuat, pingin muntah rasanya. Dan malem minggu, ikutan jalan-jalan deh, nemenin anak-anak ke sekatenan dan Ambarrukmo. Asik deh pokoknya.
After all, sekarang aku ngerti gimana repot dan capeknya jadi asisten pelatnas. Gimana dulusi Roberto nyiapin soal buat pelatnasku. Untungnya, aku disupport banyak orang disekitarku. Thanks to Mas Wahyono yang dah mau repot nyariin soal dan set grader harian. To Brian Marshal, Prima Ch, Adrian KP dan alumni TOKI lain yang banyak banget kontribusi soal untuk pelatnas ini(Pelatnas gak bakal jalan tanpa kalian). Para Dosen yang telah banyak memberi materi. Bu Inge, Pak Adi, Bu Fazath yang sudah jauh-jauh menyempatkan diri datang ke Jogja untuk membimbing peserta. Roberto dan Kevin yang juga banyak banget bantu. Thanks a lot to Bang Afif yang kebagian desain booklet dan rencana jalan-jalan (Maaf ya Bang, laptop saya rewel). Mas Aaron dan Ardian yang dah banyak bantu dan ngejagain selama Pelatnas. Dan tidak lupa Mbak Hanna dan Fristi sang bendahara. Semoga kerjasama ini dapat berlangsung terus kedepan. Dan semoga, UGM bisa menyelenggarakan pelatnas lagi tahun depan (tentunya saya ikut lagi jadi asisten lagi :P).

3 thoughts on “Pengalaman Jadi Asisen TOKI

  1. Irvan mengatakan:

    Wew… kaget loh lagi browsing di internet ketemu blog ini xixixi…

    Makasi loh dah nemenin 2 minggu di Yogya, saya ga bakal lupain.

    Cia You Kuliah Lagi!

  2. triplefortune mengatakan:

    Oi, Jaon, pa kabar? Tambahin blogq di blogroll dong. Thx.

  3. mahli mengatakan:

    huahahaha. sekarang, lakukan untuk 3 tahun ke depanšŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s